Senin, 09 Februari 2009

GAMBAR PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI ZAMAN SEKARANG



Perkembangan Teknologi Fotografi
Contributed by Jose vutra.S
Last Updated Wednesday, 25 April 2007
Perkembangan kamera berlanjut sangat pesat seiring berjalannya perkembangan teknologi. Tanpa kita ketahui
sebenarnya usaha manusia untuk mengabadikan apa yang dilihat oleh mata telah dimulai sejak 336 Sebelum Masehi
(SM). Diawali dengan sekadar memanfaatkan proyeksi pantulan cahaya matahari lewat sebuah lubang kecil di dalam
ruangan gelap. Sampai memanfaatkan cermin sebagai alat bantu pantulan cahaya sehingga dapat memperoleh gambar
dengan kualitas bagus. Mula-mula hasil foto dicetak pada sebuah lempengan logam, kemudian seiring perkembangan
teknologi dicetak pada media kertas, sampai sekarang bahkan diletakkan pada media penyimpanan komputer berupa
softcopy (bukan cetakan foto). Berikut ini akan perkembangan teknologi fotografi: 336-323 SM: Aristoteles (ilmuwan
dan filsuf asal Yunani), memperkenalkan teknologi ‘lubang jarum’, dengan membuat sebuah logam yang
dilubangi, melalui lubang inilah sinar masuk dan membentuk pantulan cahaya. Metode yang diperkenalkan Aristoteles
inilah yang dijadikan prinsip optikal, suatu dasar teori yang digunakan terus dalam pengembangan teknologi fotografi.
1038: Al-Hazan, seorang ilmuwan Arab memperkenalkan camera obscura (berarti "kamar gelap"). Cara ini
memanfaatkan sebuah ruang gelap, yang salah satu dindingnya dilubangi. Lewat lubang ini, kemudian sinar luar masuk
dan memproyeksikan gambar keadaan di luar ruangan tersebut. 1267: Roger Bacon menyempurnakan camera
obscura. Alat tersebut menggunakan beberapa cermin untuk memantulkan cahaya yang masuk lewat lubang. Hasil
pantulan tersebut menciptakan proyeksi gambar kondisi di luar. Peristiwa proyeksi kondisi yang "dibawa" cahaya
tersebut, disebut sebagai ilusi optikal. 1470: Leonardo Da Vinci menggunakan alat buatan Bacon yang berbasis pada
metode camera obscura, sebagai piranti pembantu dalam melukis. Bahkan dia sempat membuat sketsa alat kamera
compact yang belum sempat terealisasikan dan tetap berbasis pada metode tersebut. 1550: Girolamo Cardano
memperkenalkan teknologi orbem e vitro, yang kemudian disebut sebagai nenek moyang lensa kamera. Teknologi ini
menggunakan dua cermin cembung yang berfungsi sebagai lensa, sehingga cahaya yang masuk mengalami dua kali
pemantulan. Orbem ini berhasil mengurangi distorsi dan memperjelas proyeksi gambar yang dilakukan pada metode
camera obscura. 1568: Daniele Barbaro, bangsawan Venesia ini memperkenalkan penggunaan diafragma pada
kamera, yang memungkinkan adanya pengaturan cahaya yang memantul pada dua lensa cembung, sehingga membuat
proyeksi gambar yang terlihat jadi makin tajam. 1572: Friedrich Risner, yang menciptakan semacam gubuk kecil,
dilengkapi lensa. Gubuk ini bisa dipindah-pindah, untuk mencari obyek lain. 1657: Alat camera obscura yang lebih kecil
dan bisa ditenteng, diperkenalkan pada publik. 1676: Johann Christoph Sturm, seorang profesor matematika di
Jerman, menciptakan cermin refleksi. Ciptaannya ini yang menginspirasikan penemuan kamera berlensa tunggal.
1685: Johann Zahn, seorang pendeta asal Wurzburg Jerman, melakukan penyempurnaan alat camera obscura-nya.
Pertama, ia mengecat hitam alat tersebut untuk mengurangi refleksi cahaya di dalamnya. Lalu, Zahn juga melengkapi
alatnya dengan beberapa cermin cembung, hingga bisa diganti-ganti. Manfaatnya adalah keleluasan dalam memilih
angle gambar, maupun dalam soal jarak (jauh-dekat) ke obyek. Teknik tersebut kemudian menjadi inspirasi cara kerja
kamera modern yang kita kenal sekarang. 1725-1837: Louis Daguerre menemukan lempengan yang diletakkan dalam
alat camera obscura, hingga bisa langsung menyerap proyeksi gambar yang terpantul. Nantinya lempengan logam
tersebut diproses dengan menguapkan unsur merkuri pada logam. Setelah itu dilanjutkan dengan mencuci lempengan
dengan air garam mendidih. Maka gambar hasil proyeksi dari alat camera obscura-nya muncul dan permanen. 1839:
William Talbot memperkenalkan sebuah proses penciptaan gambar dari hasil proyeksi alat camera obscura lainnya.
Masih tetap menggunakan lempengan logam, tapi sudah melakukan proses negatif-positif seperti layaknya proses cucicetak
foto modern. Proses bernama photography ini (begitu Talbot menyebutnya), diakui sebagai inspirator proses foto
modern. 1851: Kamera Giroux ditemukan Daguerre. Masih mengandalkan teknik camera obscura, tapi bentuknya lebih
simple. Penemuan kamera modern pun dimulai! 1881: George Eastman, seorang kasir bank di New York yang senang
motret, berhasil menemukan rol film. Walau belum sesederhana rol film modern seperti sekarang, penemuan kasir
bernama ini menjadi batu loncatan bagi teknologi fotografi modern. 1885: Eastman menciptakan alat proses rol film
menjadi sebuah foto di atas kertas. Dia mematenkan penemuan rol film dan alat cuci cetak tersebut. Bersama partnernya,
William Walker, Eastman mendirikan perusahaan bernama Kodak. 1888: Kamera Kodak portable box
diperkenalkan Eastman ke publik. Alat ini lebih ringkas dan sederhana ketimbang alat-alat fotografi sebelumnya. Dengan
munculnya alat ini, semua orang jadi bisa memotret, karena mudah digunakan. 1889-1900: Eastman cs menemukan
Film Seluloid (seperti yang kita kenal sekarang). Maka teknik fotografi pun semakin mudah dan dikenal luas. Apalagi
saat Kodak Brownie (kamera yang sudah menggunakan rol film seluloid) diperkenalkan. 1907: Auguste dan Louis
Lumiere ini juga menemukan sistem kamera gambar bergerak dan alat proyektor. Mereka menciptakan standar film 35
mm, yang tetap dipergunakan hingga kini. 1924: Leitz memperkenalkan Kamera Leica yang kecil dan sederhana
dalam penggunaannya. Kamera ini kemudian menjadi standar para jurnalis di masa itu. 1935: Kodak memasarkan
temuan terbarunya, film slide berwarna. 1947: Edwin Land menemukan Kamera Polaroid yang memungkinkan untuk
mencetak gambar/image secara langsung, tanpa memiliki negatif film karena film instant digunakan langsung di dalam
kamera tersebut. 1963: D Gregg memperkenalkan Kamera Videodisk yang menggabungkan kamera dengan
komputer. Era fotografi digital pun dimulai. 1979: Philips dan Sony, menciptakan kamera video yang bukan hanya bisa
merekam gambar bergerak, tapi juga suaranya. Termasuk memperkenalkan kaset video sebagai media perekamnya.
1980: Perusahaan elektronik RCA memperkenalkan Compact disc (CD) diperkenalkan pertama kali, sebagai media
perekam audio-visual. 1986: Kodak berhasil menemukan teknologi fotografi tanpa film, yakni melalui sebuah sensor
pada kamera yang bisa merekam 1,4 juta elemen gambar (kemudian disebut sebagai megapixles). 1990: Kodak
memperkenalkan kamera digital pertama di dunia. Referensi: DHARMA S SOEDIRMAN, Tim MUDA
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0210/25/iptek/dimu40.htm
Welcome to Waena
http://www.waena.org Powered by Joomla! Generated: 10 February, 2009, 07:23
Welcome to Waena
http://www.waena.org Powered by Joomla! Generated: 10 February, 2009, 07:23

1 komentar: